Dalam meliput berita kita harus menemukan terlebih dahulu bahan untuk naskah pidato, mencatat, mempergunakan tape recorder, dll. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis berita pidato/ceramah, yaitu :
• Dalam lead berita, tampilkan unsur yang paling mencolok dari pidato bersangkutan.
• Jangan memperumit lead dengan detail yang terlalu banyak. Anda dapat menyebutkan di mana ia berbicara dan di hadapan siapa dalam alinea kedua
• Gunakan kutipan-kutipan langsung.
• Selalulah pastikan siapa yang berbicara
• Sebaiknya mengutip ucapan asli si pembicara sendiri.
• Dalam menyusun materi berita pidato, wartawan harus mengangkat temanya, kutipan-kutipan yang tidak lazim atau bersifat provokatif, dan detail-detail berita yang bersifat prinsip.
Lead Berita Pidato/Ceramah:
• Mulai dengan nama
• Menyebut judul pidato/ceramah
• Mulai dengan kutipan langsung
• Mulai dengan ringkasan pokok masalah
• Mulai dengan peristiwa/keadaannya
Saran meliput pidato/ceramah:
• Jangan datang terlambat
• Perkenalkan diri pada pembicara
• Sediakan bulpoin yang penuh tintanya
• Gunakan alat perekam
• Minta klarifikasi kepada pembicara
• Cari tahu keberadaan pembicara usai pidato
• Tulislah dengan baik dan tidak membosankan
•
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam meliput pertemuan
• Wartawan harus mencari tahu: Organisasi apa yang membuat pertemuan, waktu dan tempat, acara apa, dll.
• Waktu menulis tekankan tujuan pertemuan
• Beberapa saran dalam meliput pertemuan :
a. Sekali lagi jangan datang terlambat
b. Mengetahui agenda pembicaraan
c. Carilah kenalan dalam pertemuan itu
d. Mendekati sekretariat organisasi (agar bisa memberikan data/informasi tambahan)
Wawancara merupakan cara untuk mencari fakta/informasi. Ada 3 jenis wawancara: Tatap muka, melalui telepon, kelompok. Menurut tujuannya wawancara ada 2: Untuk berita kutipan dan untuk berita yang berdasarkan wawancara. Ada 3 macam proses wawancara: Wawancara berita (news interview), wawancara profil pribadi (personality interview), dan wawancara kelompok (symposium interview). Ada dua hal pokok yang perlu diperhatikan wartawan didalam melaksanakan kegiatan wawancara. Pertama, adalah upaya mempersiapkan wawancara dan mengajukan pertanyaan yang bagus. Kedua, adalah upaya mempersiapkan wawancara dengan pengumpulan informasi yang terkait, yakni dalam menentukan hal apa saja yang perlu ditanyakan kepada sumber berita.
Wawancara efektif:
• Usahakan waktu lebih lama 30 menit
• Datang tepat waktu
• Susun pertanyaan dalam catatan
• Jarak tak terlalu jauh dari narasumber
• Bawa alat tulis cadangan
• Mulai dengan pertanyaan ringan
Bentuk-bentuk pertanyaan:
• Pertanyaan terbuka
• Pertanyaan langsung
• Pertanyaan tertutup
• Pertanyaan menyelidik
• Pertanyaan bi-polar (ya atau tidak)
• Pertanyaan hipotetis/sugesti
Feature merupakan karangan/artikel yang dibuat menarik dengan dibubuhi unsur human touch. Bertujuan menghibur, menimbulkan rasa heran, geli, takjub, cemas, gelisah, jengkel, atau mendidik, menambah pengetahuan, dll. Contoh tanggal 4 Nopember 1995, Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin, tewas terbunuh oleh seorang mahasiswa bernama Yigal Amir.
MacDougall: Perhatian pada manusia dan pada peristiwa-peristiwa karena manusia serta peristiwa-peristiwa menyangkut pria dan wanita yang berada dalam situasi yang bisa saja dialami setiap orang disebut human interest
Unsur-unsur human interest :
Mengandung keharuan, kegembiraan, kejengkelan atau kebencian, simpati, ketidaklaziman/aneh, kemajuan/tetap berlanjut/progress, konflik, ketegangan/suspense, cantik/ganteng, anak-anak, binatang dll Contoh : cerita tentang penjaga mayat di rumah sakit, kehidupan seorang petugas kebersihan di jalanan, liku-liku kehidupan seorang guru di daerah terpencil, suka-duka menjadi dai di wilayah pedalaman, atau kisah seorang penjahat yang dapat menimbulkan kejengkelan.
Satu cara menghindari warna palsu adalah membuang unsur human interest dari dalam berita dan membuat tiap berita menjadi bacaan datar yang kering hanya sebatas fakta-fakta saja dikurangi semua penggambaran mengenai suasana.
Mewarnai berita dilakukan dengan cara mengeksplorasi sudut-sudut human interest-nya. Misalnya saja ketika memberitakan peristiwa kebakaran di Pasar Tanah Abang beberapa waktu yang lalu, kita tidak hanya bicara tentang peristiwa kebakarannya, tapi kita sisipkan juga berita tentang nasib seorang pedagang yang barang dagangannya ludes dilalap si jago merah. Itu akan lebih memberikan sentuhan tersendiri bagi si pembaca.
Yang termasuk dalam kegiatan mewarnai berita adalah memasukkan unsur human interest, agar menyentuh rasa manusiawi bagi pembaca dan unsur sastranya, ditulis dengan cara atau gaya menulis fiksi yang menyenangkan tetapi tetap informatif dan faktual.
Reportase interpretatif adalah pengungkapan peristiwa disertai usaha memberikan arti pada peristiwa tersebut. Reportase interpretatif tidak saja menulis atau menghitung fakta, namun coba menjelaskan mengapa sesuatu terjadi. Contoh permasahan yang dapat diangkat misalnya remaja bunuh diri, merosotnya nilai-nilai keagamaan di kalangan anak perkotaan, dll
Menginterpretasi berita
• Menjelaskan fakta yang saling bertentangan Wartawan menulis fakta yang bertentangan (menjawab pertanyaan bagaimana suatu fakta terjadi) Misal: kenaikan BBM dan dampaknya, dll
• Dibutuhkan pengetahuan luas
Wartawan tidak peduli pada nilai kedekatan, aktualitas namun lebih fokus pada aspek mengapa dan bagaimana suatu isu
• Butuh penggalian secara lebih mendalam (terhadap suatu fakta/isu)
Berita Interpretatif jenis kedua: Analisis berita (apa sebabnya, in depth fakta). Memuat spekulasi (bukan opini) terhadap fakta (mengandaikan penguasaan masalah oleh wartawan)
Tulisan Kolumnis: Menginterpretasikan suatu fakta, mengutarakan opini, menguasai masalah (bidang olah raga, sosial politik, hukum). Kolumnis harus pakar dalam bidang dan penulis seksama/efektif
Tajuk rencana : artikel pokok dalam surat kabar yang merupakan pandangan redaksi terhadap peristiwa yang sedang menjadi pembicaraan pada saat surat kabar itu diterbitkan.Ditempatkan di halaman opini (ditulis pemimpin redaksi). Isi: Masalah/Topik, alasan mengapa topik penting, penyajian fakta sesuai topik, sikap terhadap topik, evaluasi terhadap mereka yang ambil sikap lain, pernyataan alternatif lain, perbandingan/analogi dengan isu lain, kesimpulan
Teknik-teknik interpretatif
• Sebab-akibat (jika-maka)
• Penalaran deduktif (umum-khusus)
• Penalaran induktif (khusus-umum)
• Analogi (perbandingan 2 masalah)
• Bobot relatif (bobot penting relatif)
• Sifat manusia (perilaku yang dipengaruhi budaya, geografis, lingkungan dll)
Reportasi investigatif adalah reportase, melalui inisiatif sendiri dan hasil kerja pribadi, yang penting bagi pembaca, pemirsa dan pemerhati, dalam banyak hal, subjek yang diberitakan menginginkan bahwa perkara yang berada dalam penyelidikan tetap tidak tersingkap. Wartawan investigatif: Ingin tahu tinggi, skeptis terhadap suatu hal, membongkar hal yg tersembunyi/janggal
Tips menghadapi narasumber:
a. Bertemu di tempat netral/umum
b. Yakinkan bahwa Anda ingin dapatkan keterangan versi dia
c. Beritahu dia bahwa anggapan apapun terhadap dia bisa saja berubah
d. Interview dia dalam kondisi nyaman
e. Tetap kreatif/beritikad baik
Reportase investigatif sama dengan tradisi ilmiah: merumuskan hipotesis-hipotesis, mengumpulkan bahan terkait, wawancara, menelusuri dokumen (eksperimen), hal-hal positif dan negatif dipertimbangkan, menarik konklusi. Hipotesis adalah sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau untuk mengutarakan pendapat, meskipun kebenarannya belum dibuktikan
Jurnalisme pembangunan (journalism of development) adalah jurnalisme yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan menyadarkan masyakarat tentang pembangunan.
Gagasan dasar jurnalisme ini: Pemberitaan tentang peristiwa nasional & internasional harus memberikan kontribusi positif kepada pembangunan negeri bersangkutan
Vilanilam: Jurnalisme pembangunan bertalian dengan proyek & program yang dilancarkan dalam suatu negara yang secara ekonomis terbelakang untuk memberikan standar hidup minimum kepada rakyat
Tugas wartawan secara kritis memeriksa/mengevaluasi/melaporkan tentang relevansi proyek pembangunan dengan kebutuhan nasional & kebutuhan setempat, perbedaan antara rencana dan pelaksanaan serta dampak bagi rakyat
Landasan Jurnalisme Pembangunan
• Jurnalisme pembangunan bersifat investigatif (fokus pada pertanyaan kritis eveluatif terhadap manfaat proyek yang telah ditetapkan pemerintah)
• Jurnalisme pembangunan yang mendukung penguasa yang baik
Landasan Teorits
a. Teori Modernisasi
Kekuatan :Modernisasi di negara berkembang memerlukan pembentukan profesi jurnalistik yang menganalisis proses-proses politik & sosial secara objektif, tak memihak dan netral
Kelemahan :
• Modernisasi yang mendasarkan pada penggunaan ilumu pengetahuan dan teknologi pada organisasi modern tidak dapat diikuti oleh semua negara.
• Tidak adanya indikator sosial pada modernisasi.
b. Teori Ketergantungan
Kekuatan :
• Menekankan pada aspek internasional
• Mempersoalkan akibat dari politik luar negeri (industri terhadap pinggiran)
Kelemahan :
• Hanya menyalahkan kapitalisme
• Konsep kunci yang kurang jelas termasuk istilah “ketergantungan”
c. Teori Sistem
Kekuatan :Pers melaksanakan tugasnya tergantung sistem dan subsistem dalam negara (politik, ekonomi, agama, sosial, dll). Dalam teori sistem, pers tidak bekerja sesuka hati mereka tetapi mengikuti sistem dan subsistem yang telah ada.
Kelemahan : Teori sistem tidak memberikan sebuah kerangka untuk mencapai predikbilitas. Dengan mengkombinasikan ideal ilmu deduktif dengan keinginan mencapai predikbilitas, teori sistem menjadi tautological (pengulangan). Teoritisi sistem menggunakan teknik pribadi yang tidak tepat meminjam dari disiplin lain seperti sosiologi, ekonomi, sibernetik, biologi dan astronomi.
Deprofesionalisasi
Cess Hamelink: Jurnalisme dipisahkan secara kultural (bukan profesi). Butuh desentralisasi media & partisipasi seluruh populasi dalam sistem media untuk menghindari kontrol/manipulasi oleh para komunikator profesional (jurnalisme bukan profesi tapi pengabdian pada masyarakat)
Jurnalisme Pembangunan Intelektual
Berdasarkan Teori Neo-Marxixt Anglo-Amerika (wartawan merupakan kaum intelegensia yang tidak terikat secara sosial, jauh dari tekanan sosial, bertugas pecahkan masalah-masalah pembangunan nasional secara rasional
Internet memudahkan kerja wartawan
• Pengiriman modem ke modem ditinggalkan dan diganti dengan email
• Ini karena perusahaan provider (penyelenggara) internet sudah hampir ada di seluruh Indonesia
• Pengiriman email lebih mudah/murah
• Internet tidak hanya memudahkan pengiriman berita tapi juga memudahkan akses ke informasi lain seperti situs-situs dan sebagainya
• Kinerja wartawan dipermudah
Teknologi memungkinkan wartawan menginput, mengerjakan, mengoreksi tulisan dan memberikan instruksi-instruksi untuk menset teks via komputer (tercipta sistem keredaksian yang teratur)
Minggu, 21 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar